Life according to kunarto

 
 



Dilahirkan di Kandang Kerbau, maksudnya rumah sakit di Singapura oleh ibu asli sono, dan bapak dari Rengat yang jadi mualim kapal waktu itu. Ortu sebagai mualim kapal, dimintakan membawa kapal ke Cirebon, sehingga akhirnya sekeluarga pindah ke Cirebon, selanjutnya dibesarkan di kota Cirebon kota pelabuhan diperbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah dibawah gunung Ciremai, sehingga mempunyai bahasa sendiri dinamakan bahasa Cirebon.


Semasa kecil masuk sekolah berbahasa Mandarin, tapi sampai kelas empat, karena ortu memilih WNI sehingga pindah ke sekolah berbahasa nasional yang terkenal di Cirebon, yaitu Y.P. Yayasan pendidikan Garuda.


Semasa kecil didikan ortu yg keras, tiap pulang sekolah harus kerja membatu di kantor ortu yang berbisnis hasil bumi, untuk export dan import, sehingga tidak seperti anak2 lain yg dapat menaikan layangan dan main gundu, tapi menjadi penjaga gudang dan nimbang hasil bumi dan kirim barang ke pelabuhan. permainan judi dilarang keras, main catur pun dianggap judi, sehingga pernah ketauan dan dibacok papan caturnya, yang boleh berenang, main pingpong, dan belayar beladiri wusu, yang mulai dari kelas SMP, sampai SMA,  YP Garuda memiliki drum band yang terkenal semasa SMA, momor satu di Cirebon, yang lawan nya waktu itu dari Al Irsyad dan Pemuda Rakyat.


Sayangnya sewaktu SMA kelas 2 terjadi gestapu, dan beberapa pengurus Yayasan yang masuk Baperki terkena berbagai tuduhan sehingga Garuda ditutup, disita, dan diganti dengan Swagati, kemudian kami ngungsi ke Semarang, masuk Nusa Putera di kelas 3.


Setamat SMA, seperti biasanya dengan rekan2 ikut ujian di ITS (electro), Undip (Sipil), Gama(Sipil), dan Trisakti (Elektro), akhir memilih Trisakti, karena Jakarta adalah pusat bisnis.


Semasa di tahun pertama dan kedua, kuliah masih naik sepeda dan tinggal di daerah Tomang Utara dan Garogol, dan berpindah dari satu kost ke lainnya, dan ikut kursus radio tabung Ong di Pasar Baru, kursus bahasa Inggris, belayar instalasi dingin dan instalasi listrik.

Kuliah dulu lain dengan sekarang, dulu kuliah 5 tahun, tahun ke 3 lulus sebagai sarjana muda, dan tahun ke5 sarjana Lengkap, istilahnya. Karena hobi elektronik, jadi juga sebentar asisten di laboratorium elektro, kemudian masuk organisasi ORARI, Radio Aatir mendapatkan call sign YCzeroBJH. Waktu tingkat 5 hampir lulus, persiapan pembuatan skripsi, mulai kerja di agent Wormald, alat pemadam api buatan Australia, belajar mengenai pemasangan sprinkler, fire detection, fire alarm.

Kemudian ambil brevet instalasi listrik di PLN, dan mendapatkan lisensi kelas C (instalasi listrik, rumah, gardu s/d 500KVA).


Setelah lulus, lamar kerjaan dan bergabung di PDC, Philips Development Corporation, yg bergerak di bidang Telecom, Medical, PABX, Militer. Oleh Philips dikrim kedaerah Indonesia Timur, survey Microwave Link, di Ambon, Irian (Biak, Jaypura, Merauke, TembagaPura, Sorong, FakFak, P. Gag), Soroako, Mataram, Kupang pun dikunjungi.


Selesai survey, Philips mengirim kami ke Glasgow, untuk memperdalam ilmu di bidang peralatan Studio dan pemancar TV berwarna, selama satu semester, masuk kuliah di Thomson Foundation TV Collage, Glasgow Scotland dan training di Cambridge di PYE TVT, England, anak perusahaan Philips yang membuat pemancar TV, beserta rekan2 dari TVRI dan Elnusa.

Philips mendidik kami karena memperoleh proyek TVRI untuk Indonesia Barat dan Tengah, sepulang dari Ingris, melakukan supervisi pemasangan pemancar TV di Padang, Pontianak, PalangkaRaya dan Banjarmasin. hampir dua bulan di masing2 kota, dihabiskan, sedangkan pada waktu itu habis menikah.


Selesai berkiprah di Philips, pindah kerja di Bank Swasta, bantu mertua di Mayindo Bank, belajar mengenai perbankan, mulai dari menghitung uang, proses giro, masuk lembaga clearing, pemerikasan kas, main valas. Capai menghitung uang orang, tidak betah di perbankan yg monoton, mulai cari kerja lain, eh, diterima di Broco, pabrik peralatan listrik di Medan, yang kebetulan sedang membangun, pabrik baru di Tangerang, karena kapasitas lumayan, akhirnya diangkat jadi General Manager, pabrik dengan karyawan sd 800 orang. Disin belayar mengenai standard VDE, berkunjung ke pabrik test instrument di Jerman, peralatan moundingi di Jepang, dan punching di HK., mengembangkan mutu produk, melakukan pengujian produk di LMK, dan bersama LMK, LIPI, Deperin, Institusi Pendidikan, membuat standarisasi peralatan listrik, sehinga lahirlah standarisasi SII untuk beberapa peralatan listrik.


Capai kerja pada orang lain, kemudian diajak oleh teman SMA, Susanto dan pak Oey dari OK Elektronik mendirikan PT. Prima Citra Lazuwardi di tahun 1984. Perusahaan yang bergerak di produksi UPS (Uninterruptible Power Supply), catu daya bebas gangguan, istilah SIInya, dan stabilizer jenis Ferro Resonant.

Perusahaan kecil yang mulai di ruko di PluitMas. Pak Oey, yang karena satu dan lain sebab mengundurkan diri, diganti oleh adik ipar, kemudian ditahun ke3, kami pindah ke daerah kapuk Mangga Ubi, dengan bangunan yang lebih luas.


Pemasaran mulai merambah ke bidang komputer, sehingga berkenalan dengan pak Efendi Lim (Columbia Computer), yang membantu pemasaran UPS merk PC-Saver model off-line, dan pak Effendi mengajak masuk organisasi Apkomindo. Dan semasa  inilah izin industri dari terdaftar, kemudian mendapat izin tetap.


Dalam perjalanannya karena berbeda visi, Susanto mengundurkan diri, mendirikan perusahaan sendiri, dan posisinya digantikan oleh adik ipar yang lain.



 

welcome to the world as seen through my eyes

Zelus torqueo velit ad suscipit vindico luptatum premo. Ut metuo suscipere autem suscipit si fere facilisi abluo ille. Mos duis, rusticus facilisis inhibeo suscipit loquor indoles, sagaciter opto capto, premo.